DENGAN ART CAMP SISWA SMK TAHUN 2017 MERAJUT KEBERAGAMAN

Super Administrator

-   Penguatan Pendidikan Karakter dengan Olah Seni –


Art Camp Siswa SMK Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Subdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK yang dikomandani Ir Nur Widyani, MM telah berlangsung di Yogyakarta. Perhelatan yang diselenggarakan pada tanggal 13-17 November memanfaatkan fasilitas Hotel Rich Jogja dan keindahan Pelataran Candi Prambanan. Sebanyak kurang lebih 300 peserta, yang terdiri dari siswa SMK, Guru pembimbing Estrakurikuler Seni SMK, Coach/ Narasumber dan panitia. Kegiatan ini merupakan bentuk upaya Penguatan pendidikan Karakter sekaligus apresiasi terhadap peraih peringkat 10 besar Festival Lomba Seni Siswa Nasional Tahun 2017, khususnya Jenjang SMK dan siswa perwakilan SMK dari 34 provinsi.

                Kegiatan yang diselenggarakan dengan mengeksplorasi potensi berkesenian di kalangan siswa SMK diselenggarakan sebagai upaya menyajikan sebuah pemodelan kegiatan berkesenian dengan mengangkat tema “Merajut Keberagaman”, kegiatan Art Camp Siswa SMK Tahun 2017 ingin mencapai tujuan:

1.    Menjadikan seni sebagai wahana pendidikan karakter yang mengembangkan soft skills Peserta Didik SMK;

2.    Menumbuhkembangkan kecintaan akan seni dan budaya bangsa;

3.    Memperkuat kapasitas siswa untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter melalui kolaborasi seni;

4.    Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang bhineka namun tetap bersatu;

5.    Mengembangkan bakat dan minat seni siswa SMK;

6.    Memperkuat kompetensi seni sebagai kegiatan olah raga, olah pikir, olah rasa dan olah hati yang harmonis.



Perkenalan, bermain bersama, memecahkan masalah dan mengatasi tantangan dalam suasana gmbira dalam teater games



Para Coach dan Panitia bekerja dalam suasana gembira, selalu memberi dan menerima


 

Untuk mencapai tujuan Art Camp Siswa SMK Tahun 2017, metode yang diterapkan dalam penyelanggaraan Art Camp, adalah:Teater Games; Workshop Class; Gladi/ Latihan ekspresi Seni; Wisata Budaya dan Produksi pagelaran seni kolaborasi antar bidang seni yang akan ditampilkan pada acara penutupan. Metode tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dalam menciptakan kondisi agar siswa dapat mencapai kompetensi pembelajaran abad 21 yakni, berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and problem solving), komunikasi (communication), kreativitas dan inovasi (Creativity and Inovation) dan Kolaborasi (Collaboration)

Dalam kurun waktu 3 hari, peserta dari berbagai penjuru nusantara telah dibesut untuk berpadu dalam sebuah karya kolaborasi yang megah dan membanggakan. Sebuah kerja serius yang menghasilkan kegembiraan bersama dalam menikmati indahnya kebersamaan dalam rajutan keberagaman. Semua bekerja, semua memberi warna dalam pola kerja berbagi praktik baik. Semoga hal ini bukan yang pertama sekaligus yang terakhir, namun dapat diteruskan ditahun-tahun mendatang. SMK Bisa! SMK Hebat! 


Day #1
Sajian Seni Sebagai Pembuka

Sebagai sebuah acara seni, pada hari pertama kegiatan sudah dimulai dengan latihan untuk acara pembukaan. Awal kegiatan sudah diwarnai dengan suasana semarak dengan kehadiran para peserta, panitia dan Coach yang mengenakan busana tradisional berbagai daerah. Kegiatan dibuka secara sederhana, setelah menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 stanza yang dipandu oleh permainan Piano pemenang Solo Piano Klasik dan paduan suara oleh 10 besar Solo Vokal FLS2N. Acara dilanjutkan dengan laporan panitia penyelenggara, sambutan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyapa peserta sekaligus pernyatan terimakasih karena Yogyakarta dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan.

Dalam laporan pembukaan Kepala Seksi Bakat dan Prestasi, Winner Jihad Akbar menyampaikan bahwa seni terdiri dari dua suku kata ‘se’ dan ‘ni’, maknanya, senang-senang dan nikmati, demikian penutup laporan. Sedangkan dalam sambutan dan arahan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kepribadian, Dra. Augustin wardhani, antara lain menyampaikan bahwa, Olah seni budaya menjadi komponen penting dalam membangun karakter, karena selain untuk menanamkan kecintaan pada seni budaya yang dimilikinya, juga akan memupuk pribadi yang berperasaan lembut, kepekaan, rasa empati yang tinggi terhadap sesama dan lingkungannya.Selain itu, kegiatan ini sebagai proses pembelajaran sekaligus praktik yang diakhiri dengan pagelaran kolaborasi, dapat menjadi sarana menyemai kecintaan akan budaya, semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Pendidikan seni dapat mengolah kecerdasan emosi seorang anak, karena di dalam pendidikan seni mengolah semua bentuk kegiatan tentang aktivitas fisik dan cita rasa keindahan, yang tertuang dalam kegaiatan berekspresi, berekplorasi, berkreasi dan berapresiasi melalui bahasa, rupa, bunyi, gerak dan peran. Membangun karakter penting, karena karakter menentukan keberhasilan dan lancarnya pembangunan di segala bidang, termasuk bidang seni.

Suasana upacara yang formal menjadi pecah dengan kegembiraan dan penuh persahabatan setelah disajikan tari pergaulan. Para penari turun dari panggung dan mengajak para penonton untuk menari besama. Kegembiran semakin terasa ketika acara ditutup dengan foto bersama. Suasana persahabatan, persaudaraan telah mulai terajut dan menjadi awal dalam mewujudkan kolaborasi dalam mensinergikan kompetensi. Ayo… mulai. SMK Bisa! SMK Hebat!

Day #2
Teater Games dan Workshop Class

Dengan mengambil tema”MERAJUT KEBERAGAMAN”, para Coach yang terdiri dari akademisi dan praktisi seni, telah membesut bakat dan minat peserta dari 34 provinsi untuk mengalami suasana keIndonesiaan yang kuat untuk menjalin persatuan dan mengedepankan Cinta Tanah Air. Metode yang digunakan dalam Art Camp, antara lain adalah Teater Games: merupakan kegiatan pengkondisian bagi peserta untuk bekerjasama dan berkolaborasi yang dikemas dalam permainan/ games teaterikal. Dalam kemasan games peserta dihadapkan pada permasalahan/ tantangan untuk diselasaikan dalam tim. Kegiatan ini benr-benar dikondisikan agar peserta berpikir tentang kepentingan bersama dan melakukan sesuatu untuk mencapai yang tebaik bagi tim. Kegiatan yang dipandu oleh para maestro seni, khususnya oleh Coach Eko Purnomo, Elly D Luthan dan Whani Hari Darmawan. Salahsatu Games yang digunakan sebagai media adalah, permainan perahu kertas. Peserta dalam satu tim diminta menempuh suatu jarak tertentu dengan menggunakan 2 lembar kertas koran. Pada sesi ini peserta berupaya untuk menempuh dengan berbagai cara, bahkan harus saling menggendong agar dapat menyelesaikan perjalanan bersama dengan selamat dan sukses.


Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan workshop class per bidangg seni. Workshop Class: Pembekalan pengetahuan teoretis kepada peserta tentang bidang seni yang menjadi pilihannya untukterlibat dalam gelar karya. Dalam kegiatan ini peserta dikelompokkan dalam kelas-kelas: tari, piano, gitar, puisi, Vokal dan film. Masing-masing belajar memperdalam pengethuan dan melatih keterampilan seni sesui bidang pilihannya. Para Narasumber/ Coach dengan penuh semangat dan kemurahatian mereka mengajar, membimbing, melatih dan memotivasi peserta untuk dapat memproduksi sajian seni. 

Dalam Workshop Class, peserta juga sudah mulai berlatih untuk persiapan kolaborasi. Sehingga saat berlatih bersama setiap bidang akan dipadukan dalam satu kesatuan tema Merajut Keberagaman. Dengan metode ini proses belatih menjadi lebih cepat karena peserta dalam kelompok-kelompok yang lebih kecill dan saat kolaborasi dapat dimotivasi untuk menampilkan bidangnya sebaik dan sekompak mungkin. Tanpa persaingan, tetapi bagaimana memberi yang terbaik menjadi yang utama. Hal inilah yang mnjadi tujuan penyelenggaraan Art Camp. Bukan mencari siapa yang unggul, namun membangun keunggulan kolektif dan komunitas berkarya. 


Day #3
Gladi. Gladi. Gladi… dan Kolaborsi

Gladi/ Latihan ekspresi Seni: kegiatan pembentukan dalam latihan bersama untuk menyajikan karya kolaborasi dalam sebuah pagelaran seni. Dalam Gladi di masing-masing bidang seni, dilakukan berbagai metode kretif untuk mengahasilkan produksi sajian seni yang layak dinikmati.

Di kelas tari, peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar, tiap kelompok mendapat project untuk mengembangkan gerak yang selaras dengan musik dan lagu yang akan dilantunkan. Kelompok pertama menyajikan tari yang diiringi lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Sud. Kelompok penari puteri ini disapkan untuk menyajikan tari pembuka; kelompok kedua, menyajikan tari dalam iringan lagu Dari Sabang Sampai Merauke-ciptaan R Suhardjo. Gerak tari yang gagah dan penuh heroisme disajikan oleh penari putra yang sesekali diselingi gerakan akrobatik yang sangat maskulin. Kelompok ketiga, para penari putri menari dengan tegas namun gemulai dalam iringan lagu dan musik Rambadia (lagu daerah Sumatera Utara).

Di kelas Gitar, perpaduan petikan gitar klasik dan gitar Sape Kalimantan, menyajikan iringan yang harmonis bagi para peserta vokal dan tari. Sebuah upaya kolaborasi yang mendorong peserta untuk tidak mementingkan diri sendiri, namun berbagi dan mengutamakan harmonisasi.

Dalam kelas Puisi, peserta diajak berkreasi untuk berimajinasi serta menuliskan dalam kalimat indah. Puisi yang ditulis bersama, dipahami dan disajikan dalam pembacaan puisi bersama sesuai dengan tema yang telah ditetapkan. Mereka yang remaja, bisa bicara bahwa tak guna berbeda bila hanya menanam luka…

Di kelas piano brrbeda lagi. Hanya ada sebuah piano elektrik, namun ada gallon-galon dan stik drum yang disapkan untuk menciptakan bunyi dengan asumsi perkusi. Hadirlah kreativitas musik iringan dari gallon air mineral yang menjadi pengganti alat musik perkusi.

Berbeda dengan bidang seni lainnya. Di kelas film selain belajar tentang pengetahuan film secara umum, peserta juga digembleng dalam kerja tim untuk menciptakan produksi yang akan dikompilasi untuk menjadi bagian tak terpisahkan dengan penyajian kolaborasi seni lainnya. Bila bidang-bidang lain melakukan gladi di dalam hotel, khusus untuk film memberi kesempatan peserta untuk bereksplorasi mendapatkan ide dan gambar yang selaras.

Pada puncaknya gladi akan menjadi kegiatan produksi, yakni sebuah pementasan karya dalam Pagelaran Seni Kolaborasi antar bidang seni, yang di dalamnya peserta dikondisikan untuk saling mensinergikan kompetensi sekaligus memahami kaberagaman yang terdapat dalam komunitasnya. Semua peserta tak terkecuali berkontribusi dalam produksi ini sesuai dengan bidang seni dan bentuk peran yang diberikan kepadanya. Cara ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman bahwa persatuan dapat dirajut dengan kesediaan berbagi pengalaman baik, serta saling mengharmonisasi kecakapan.Dalam kolaborasi ini semua berkarya, semua ambil bagian secara nyata.


Day #3
Wisata Budaya

Dunia seni tidak lepas dari kebutuhan akan inspirasi. Hal ini menyebabkan panitia mempertimbangkan adanya suasana berbeda dari hanya berlatih, belajar di kelas. Peserta perlu diberi penyegaran. Tidak hanya berlatih dan mengasah kecakapan, namun juga diberi ruang untuk mendapat inspirasi dari daerah saat mana mereka berada

Wisata Budaya, yang dijadwalkan oleh panitia berupa wisata edukasi ke Kraton, Benteng dan Malioboro untuk menambah wawasan dan memberi penyegaran; Peserta dan guru pembimbing dimobilisasi ke lokasi budaya diberi ruang dan waktu untuk menikmatinya. Dengan rentang waktu yang cukup peserta harus segera kembali ke hotel untuk menjutkan Gladi dan kolaborasi.

Pesona Jogja menjadi daya Tarik tersendiri bagi para peserta. Gaung Maioboro sebagai kawasan wisata belanjad dengan produk industri kreatif dengan harga terjangkau menjadi penyemangat bagi peserta dan guru-guru untukbergegas menuju ke sana. Harapannya, bukan hanya belanja dan menghabiskan uang saku, tetapi peserta dapat terinspirasi dari pedagang yang mengelola usahanya dengan keramahan dan upaya memenangkan pelanggan secara luar biasa. 


Day #4
Acara Puncak dan Penutupan

Puncak kegiatan Art Camp adalah sebuah pagelaran Seni Kolaborasi keenam bidang seni yang sangat menggumkan. Peserta, guru pembimbing dan Coach, juga panitiawas-was karena hujan mengguyur area Candi Prambanan dan sekitarnya sejak pagi. Kegiatan Gladi bersihpun batal diselenggarakan, karena pertimbangan kesehatan peserta. Setelah menunggu setengah hari hujan tidak reda, maka peserta dimobilisasi ke Edotel SMKN 1 Kalasan untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pementasan. Sungguh keramahan manajemen dan staf serta siswa Jurusan Perhotelan SMKN 1 Kalasan dapat meredakan kegalauan. Secangkir Kopi dan teh hangat yang turut menyambut serta kamar-kamar hotel yang disiapkan secara sederhana menjadi tempat perteduhan pertama yang nyaman.


Waktu pegelaran tiba, semua yang hadir telah siap dengan aneka atribut daerah, terutama busana tradisional masing-masing. Sungguh sangat semarak. Hadir dalam acara puncak Plt Direktur Pembinaan SMK-Dr Thamrin Kasman, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (yang hadir bersama Kabid Pendidikan Menengah dan Kasi SMK-yang ketiganya juga hadir saat pembukaan), Kasubdit dan para Kasi Subdit Peserta Didik dan Kasubbag Tata Usaha Direktorat Pembinaan SMK.


Pada kesempatan membacakan Laporan, Ir Nur Widyani, MM selaku Kasubdit Peserta Didik  sekaligus penanggungjawab kegiatan enyampaikan bahwa Art Camp Siswa SMK Tahun 2017 diselenggarakan seagai upaya Penguatan Pendidikan Karakter denganmengembangkan apresiasi dan potensi diri peserta didik dalam bidang seni dan budaya, sebagai wahana menuju penguatan karakter yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran dan praktik di bidang seni. Lebih lanjut disampaikan bahwaDari bidang yang menjadi media ekspresi, yaitu musik (piano dan gitar), vokal, puisi, tari, dan film telah dihasilkan karya kolaborasi dalam tema “Merajut Keberagaman”. Pagelaran karya kolaborasi tersebut dirancang dengan mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang ada diantara peserta Art Camp Siswa SMK Tahun 2017, yang disatupadukan sebagai ungkapan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.


Dalam sambutan pengarahannya, Plt Direktur Pembinaan SMK-Dr Thamrin Kasman, menyampaikan bahwa, kegiatan Art Camp Siswa SMK yang diselenggarakan ini sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik yang telah meraih peringkat 10 besar di bidang seni masing-masing dalam FLS2N serta para perwakilan ekstrakurikuler seni, sekaligus menjadi bentuk pembinaan karakter yang menekankan kepada harmonisasi olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga. Direktorat Pembinaan SMK akan secara terus menerus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengasah keharmonisan semua aspek kepribadian peserta didik agar dapat tumbuh menjadi pribadi pribadi dengan karakter kuat yang siap hidup secara sosial dengan berbagai perubahan dan perkembangan.

Pagelaran telah berlangsung. Cuaca yang semula membuat hati ciut berubah ramah dan sejuk, seolah menyayangkan bila kesempatan indah tersebut terlewatkan. Dibuka dengan trio vokal menyanyikan lagu Zambrut Katulistiwa dan ekspresi, kemudian pagelaran dimulai. Dengan alunan perkusi, piano dan gitar serta paduan vokal lagu tanah airku, Dari Sabang Sampai Merauke, Yamko Rambe Yamko dan Rambadia, para penari tampil gemulai dan pembaca puisi membacakan karya secara bersama, dilatarkbelakangi film, karya kolaborasipun tersaji.  Suasana semarak dengan warna-warni busana tradisi berbagai daerah, dilengkapi dengan gerak dan irama yang gempita serta kesukacitaan semua yang hadir dalam suasana Indonesia. 


Day #4
Hasil Art Camp

Art Camp Siswa SMK Tahun 2017 bukan hanya menjadi arena unjuk prestasi dan kesempatan menampilkan potensi seni, namun lebih utama menjadi ajang implementasi penanaman, penumbuhkembangan dan penguatan Pendidikan Karakter siswa SMK. Oleh karena itu panitia penyelenggara secara bersungguh-sungguh menanamkan sikap displin, integritas dan pemberian kesempatan berkreasi serta berinovasi.



Dalam suasana yang natural, tanpa dbuat-buat, semua peserta diberi kesempatan untuk menimba ilmu sekaligus berbagi praktik baik bersama peserta lainnya. Tidak hanya bagi siswa, tetapi untuk gurupun dilakukan hal yang sama. Mereka berbaur, berkreasi, berkolaborasi untuk memproduksi sebuah wujud dari ide dan gagasan bersama.

Sesuai dengan tujuan dan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Art Camp Siswa SMK tahun 2017 telah diperoleh hasil:

1.       Terselenggaranya upaya-upaya penguatan pendidikan karakter dalam hal:

a.  Pengembangan soft skills Peserta Didik SMK dengan menggunakan seni sebagai wahana pendidikan karakter, peserta didik dapat mengasah kecerdasan sosialnya dalam bergaul dengan peserta lain yang berasal dari daerah yang berbeda-beda;

b. Penumbuhkembangan kecintaan akan seni dan budaya bangsa, melalui penggunaan atribut daerah dan pakaian tradisional serta gladi kolaborasi dengan lagu nasional dan lagu daerah sebagai menu utama;

c.  Harmonisasi kegiatan olah raga, olah pikir, olah rasa dan olah hati melalui penguatan kegiatan seni; karena baik dalam gladi maupun pagelaran arya kolaborasi peserta dituntut untuk menggunakan sluruh potensi diri untuk dapat menampilkan olah seni yang optimal.

2.       Karya kolaborasi seni musik (piano, gitar dan vocal), tari, puisi dan film untuk memperkuat kapasitas siswa dalam mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter dengan dasar lagu-lagu nasional dan lagu daerah dalam busana/ pakaian tradisional berbagai daerah;

3.       Terwujudnya model kegiatan dalam melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang bhineka namun tetap bersatu, dengan mengikutsertakan seluruh peserta baik siswa maupun guru dalam gelar karya kolaborasi;

4.       Pengembangan bakat dan minat seni siswa SMK, melalui pemilihan bidang seni yang diminati oleh masing-masing peserta;


Dari pelaksanaan Art Camp telah dilakukan selebrasi pemberian penghargaan bagi peraih predikat tertentu kepada peserta dan guru terpilih sebagai berikut:

NO

Predikat/ Gelar

Nama Peraih

Asal Peserta

1.

Peserta Terbaik Seni Vokal

Zaskiya Azizah

SMKN 1 Toli Toli-Sulawesi tengah

2.

Peserta Terbaik Seni Gitar

Samuel Fredy

SMK Swasta Strada 3 Jakarta-DKI Jakarta

3.

Peserta Terbaik Seni Piano

Witara Danu N

SMK Swasta Telkom Bandung-Jawa Barat

4.

Peserta Terbaik Seni Tari

Puja Okzalia

SMKN 8 Surakarta-Jawa Tengah

5.

Peserta Terbaik Seni Film

Hidayatil Adzkiya Uzair Yulianto

SMKN 3 Batu-Jawa Timur

6.

Peserta Terbaik Seni Puisi

Ainun Mardiah

SMKN 1 Sawahlunto-Sumatera Barat

7.

Pembimbing Pemberi Dukung-an (The Most Supporting Men-tor)

Supartiah, S.Pd, M.Sn

SMKN 58 Jakarta-DKI Jakarta

8.

Pembimbing Penuh Motivasi Belajar (The Most Encouraging Mentor)

Parlindungan Lumban Toruan

SMKN 3 Sorong-Papua

9.

Pembimbing Terbaik (The Best Mentor)

Bagus Nugrahanto, S.Sn

SMKN 1 Jepara-Jawa Tengah

10.

Peserta Putri Terbaik

Priyo Bekti Asmoro Aji

SMKN 12 Surabaya-Jawa Timur

11.

Peserta Putra Terbaik

Ni Made Satya Risma Devi

SMKN 2 Denpasar-Bali

Pagelaran telah usai, panggung telah dibongkar, semua peserta telah kembali dalam aktivitas rutin masing-masing, namun ada yang masih terpateri di dalam hati semua yang hadir, rasa kebersamaan, semangat persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai potensi untuk dijalin dan dirajut menajdi cinta tanah air. Semoga. SMK Bisa! SMK Hebat! (Endang Sadbudhy Rahayu/ Subdit Peserta Didik-Direktorat PSMK)